(x,y) = (0,0)
Kamu adalah seseorang yang hidup dengan visi misimu. Kamu dibebaskan untuk memilih dan meyakini apa yang kamu mau. Kamu yang meyakini bahwa kamu akan semangat bergerak karena memiliki tujuan, ya lakukanlah. Rasakan jadinya dirimu yang sedang mencari jati diri. Rasakan nikmatnya hidup memiliki arah mata angin yang jelas. Hingga suatu saat, kamu terus berjalan menuju arah mata angin yang ingin kamu tuju. Tetapi tujuanmu tak kunjung datang searah mata anginmu. Kamu pun merasa terhempas, seolah-olah terasa menghabiskan waktu menuruti egomu untuk mengejar sesuatu. Disitulah alam semesta bekerja, memintamu untuk istirahat sejenak dan berkata "rasakanlah sejenak semua arah mata anginku, lihatlah dunia. Dunia tidak hanya apa katamu saja".
Kamu pun terpikir, tersadari bahwa banyak arah yang menawarkan dirinya, namun kamu tidak melewatinya. Kamu sibuk dengan segala pencapaianmu. Berharap kamu kejar lalu ia datang, namun ia mengecewakanmu. Suatu ketika kamu melihat kapal lain yang bebas berlayar menuju arah mata angin yang ada. Sudah banyak kapal itu melawan sebuah arus, menerjang ombak, dan melewati samudera. Sedangkan kamu, lurus, hanya melewati satu arah mata anginmu.
Kamu pun kembali mundur pada pusat arah mata angin dunia. Sebenarnya apa yang ingin alam semesta ajarkan padamu? Katanya hidup harus memiliki tujuan. Tapi, ketika tujuan itu dikejar, pergi. Sempat terpikir di benakmu apakah kamu harus mencoba menjadi kapal lain? Tapi kamu pun tak ingin menaiki kapal yang tidak bisa kamu kemudi. Sedikit demi sedikit kamu mencoba memerhatikan segala arus dan ombak didepan mata; realita. Mengistirahatkan kepalamu sendiri. Indah. Ternyata banyak hal yang baru kamu ketahui dari sini karena selama bertahun-tahun, kamu hanya menikmati ombakmu saja.
Entah berapa lama kamu masih menatap, kamu pun masih mencari jawabannya. Kamu masih menikmati keindahan yang baru saja kamu lihat, membandingkannya dengan ombakmu, sepertinya ombak lain jauh lebih besar. Dan yang kamu lihat, mereka yang sering menerjang memiliki perawakan dan mesin yang kuat. Bukan karena kapal itu sudah diciptakan kuat dari sananya, tapi ia telah memperbaiki dan memperbaharui kapal mereka dengan sesuatu yang mereka temukan setelah mereka menerjang. Ketika kamu melihat kapal lainnya, ternyata mereka sama, namun memiliki elemen yang berbeda pada awaknya.
Hingga kau berpikir, hal yang dapat kamu lakukan untuk bisa memilikinya adalah terus maju. Namun kamu tak harus memilih arah yang telah kapal kuat lain tuju karena semua kapal dapat kuat karena arah yang ia tuju dengan sendirinya. Maka, kamupun dapat melakukannya dengan caramu sendiri. Kamu tidak menyesal karena telah menarik dirimu ke titik awal karena kamu dapat melihat sekitar dan dapat merasakan berada di posisi orang lain.
Tak lagi kamu terheran mengapa ada orang yang berkacamata kuda, ada orang yang membiarkan segalanya mengalir, dan ada orang yang mudah untuk terombang-ambing. Mungkin itu karena pilihannya dan mereka terlanjur menikmatinya.
Setelah mengalami ini semua, kamu tersadar. Kamu dibebaskan untuk bermimpi setinggi-tingginya dan mengejarnya. Tanpa kamu rencanakan pasti harapan itu akan terus tumbuh seiring kamu mengejarnya. Mungkin kamu akan disambut dengan kebahagiaan hebat saat kau meraihnya. Apabila yang terjadi adalah sebaliknya, tenang, kamu tidak sendiri, aku pun merasakannya. Mungkin untuk mengobati lukanya, kamu butuh waktu bahkan kamu mungkin mundur dari hal yang telah mengecewakanmu. Kamu boleh istirahat sejenak, mengamati keaadan, realita sekitar. Ternyata begitu banyak hal yang serupa namun berbeda masalahnya. Seiring berjalannya waktu, kedamaian itu akan tercipta dan berada di dalam hati dan pikiranmu. Kemudian, kembalilah kemudikan kapalmu! Aku selalu mengingatkan pada diriku sendiri: Jika kau masih sedih, jangan larut. Jika kau butuh waktu, juga jangan larut. Karena jika terlalu lama, kita bisa tenggelam. Tak masalah jika kau sedikit memaksamu untuk terus maju. Kau pun tetap dibebaskan apakah kau masih ingin mengejar hal yang sama atau tidak, itu terserah padamu. Barangkali kali ini semesta mengizinkanmu?
Tapi, jika kapalmu sudah maju namun melaju pada arah yang tak kau mau namun kamu tak punya pilihan lain, bertahanlah. Alam semesta tahu cara yang terbaik untuk membahagiakanmu.
Aku tahu, hidup itu seperti roda. Tapi aku yakin saat itu orang-orang seusiaku menganggapnya hanya sebagai teori saja yang belum dialami seusia kami saat itu. Jadi ya...cuma mengiyakan sebatas itu saja dimana hal itu aku dapatkam dari cerita buku paket Bahasa Indonesia kelas 6 SD.
Suatu saat, aku merasakan kemenangan terhadap apa yang aku raih, suatu saat aku merasa kecewa terhadap kegagalan, suatu saat aku butuh waktu untuk istirahat, suatu saat aku melihat ada yang kondisinya lebih tak menguntungkan daripada diriku sendiri, suatu saat aku menemukan alasan untuk bangun, dan suatu saat lagi, aku bangkit kembali. Begitu seterusnya.
Dan kini, teori itu sudah berubah menjadi hukum.
Dan kini, teori itu sudah berubah menjadi hukum.
Komentar
Posting Komentar