Semua Tergantung Pikiranmu
Apa kamu pernah ngerasain?
Apa kamu malu untuk berjalan seorang diri dimanapun itu?
Apa kamu merasa malu karena memiliki suatu bekas luka pada sebagian anggota tubuhmu?
Apa kamu merasa malu karena bergabung dengan teman yang tidak 'sekelas' denganmu?
Apa kamu merasa malu mendapatkan nilai kecil dibandingkan teman-temanmu?
Apa kamu merasa malu karena melakukan salah yang diketahui orang lain?
Coba tanyakan kembali pada dirimu.
Apa kamu menganggap orang yang jalan seorang diri adalah orang yang kesepian? Asos? Gapunya temen? Atau orang yang tidak asik? Bagaimana jika hal itu adalah bentuk kenyamanannya atau barangkali ia ingin sendiri karena telah dikecewakan temannya?
Apa kamu menganggap orang yang memiliki bekas luka pada bagian tubuhnya adalah orang yang tak pandai merawat dirinya? Bagaimana jika orang itu sudah berusaha menghindarinya namun hal terduga telah menimpanya? Memang kamu pikir untuk memilikinya atas persetujuannya?
Apa kamu menganggap bahwa bergabung dengan orang yang tidak atau kurang 'sekelas' denganmu, kamu akan terbawa anggapan orang lain bahwa kamu sama kelasnya seperti mereka?
Apa kamu menganggap jika mendapatkan nilai kecil karena ketidakmampuannya adalah suatu yang rendah? Bagaimana jika ternyata orang itu lebih baik darimu? Bahkan baik dalam segala hal mungkin?
Apa kamu menganggap melakukan kesalahan adalah suatu perbuatan yang hina? Padahal orang lain pun melakukan kesalahan. Tuhan hanya menutupinya.
Kalau jawabannya ya, bisa jadi kamu merasa malu karena takut komentar aneh orang lain yang sebenanarnya adalah anggapan kita sendiri. Kamu merasa malu untuk melakukannya sendiri karena menganggap orang yang melakukannya adalah sebagai hal yang memalukan.
Ya, sebenarnya itu tergantung pada dirimu sendiri, tergantung bagaimana caramu memandangnya. Kalau seandainya emang iya orang lain mengatakannya, jangan ambil pusing karena perkatannya juga merupakan cerminan dari otaknya sendiri. Lagian, selagi kamu melakukan sesuatu yang berbeda dan tidak merugikan orang lain, ya siapa peduli, lanjut aja.
Pesan singkat:
Beberapa ada yang aku tunjukin untuk diri sendiri. Omong-omong sebenernya ini bukan meyakinkan kalau kamu diperbolehkan seutuhnya untuk melakukan hal yang memalukan. Misal kamu dapet nilai kecil, ya yaudah jadi lu dapet nilai kecil aja terus. Ya ga gitu juga. Sekali lagi jangan telen mentah-mentah. Ini itu sebagai pengingat aja, dalam suatu kasus, hal tersebut sebenernya gak kenapa-napa. Selain itu juga aku membicarakan ini lebih ingin ngasih tau untuk jangan sesedih itu misal kalau mendapat nilai kecil, melakukan salah, dsb.
Apa kamu malu untuk berjalan seorang diri dimanapun itu?
Apa kamu merasa malu karena memiliki suatu bekas luka pada sebagian anggota tubuhmu?
Apa kamu merasa malu karena bergabung dengan teman yang tidak 'sekelas' denganmu?
Apa kamu merasa malu mendapatkan nilai kecil dibandingkan teman-temanmu?
Apa kamu merasa malu karena melakukan salah yang diketahui orang lain?
Coba tanyakan kembali pada dirimu.
Apa kamu menganggap orang yang jalan seorang diri adalah orang yang kesepian? Asos? Gapunya temen? Atau orang yang tidak asik? Bagaimana jika hal itu adalah bentuk kenyamanannya atau barangkali ia ingin sendiri karena telah dikecewakan temannya?
Apa kamu menganggap orang yang memiliki bekas luka pada bagian tubuhnya adalah orang yang tak pandai merawat dirinya? Bagaimana jika orang itu sudah berusaha menghindarinya namun hal terduga telah menimpanya? Memang kamu pikir untuk memilikinya atas persetujuannya?
Apa kamu menganggap bahwa bergabung dengan orang yang tidak atau kurang 'sekelas' denganmu, kamu akan terbawa anggapan orang lain bahwa kamu sama kelasnya seperti mereka?
Apa kamu menganggap jika mendapatkan nilai kecil karena ketidakmampuannya adalah suatu yang rendah? Bagaimana jika ternyata orang itu lebih baik darimu? Bahkan baik dalam segala hal mungkin?
Apa kamu menganggap melakukan kesalahan adalah suatu perbuatan yang hina? Padahal orang lain pun melakukan kesalahan. Tuhan hanya menutupinya.
Kalau jawabannya ya, bisa jadi kamu merasa malu karena takut komentar aneh orang lain yang sebenanarnya adalah anggapan kita sendiri. Kamu merasa malu untuk melakukannya sendiri karena menganggap orang yang melakukannya adalah sebagai hal yang memalukan.
Ya, sebenarnya itu tergantung pada dirimu sendiri, tergantung bagaimana caramu memandangnya. Kalau seandainya emang iya orang lain mengatakannya, jangan ambil pusing karena perkatannya juga merupakan cerminan dari otaknya sendiri. Lagian, selagi kamu melakukan sesuatu yang berbeda dan tidak merugikan orang lain, ya siapa peduli, lanjut aja.
Pesan singkat:
Beberapa ada yang aku tunjukin untuk diri sendiri. Omong-omong sebenernya ini bukan meyakinkan kalau kamu diperbolehkan seutuhnya untuk melakukan hal yang memalukan. Misal kamu dapet nilai kecil, ya yaudah jadi lu dapet nilai kecil aja terus. Ya ga gitu juga. Sekali lagi jangan telen mentah-mentah. Ini itu sebagai pengingat aja, dalam suatu kasus, hal tersebut sebenernya gak kenapa-napa. Selain itu juga aku membicarakan ini lebih ingin ngasih tau untuk jangan sesedih itu misal kalau mendapat nilai kecil, melakukan salah, dsb.
Komentar
Posting Komentar