Eps. Wondering: Hindari Yang Berbau Ilmu!

Ketika ada orang yang menggenggam buku ditangannya:
"Wah, gila tuh orang kutu buku!"
padahal bisa aja buku itu tidak muat di tasnya sehingga ia pegang.

Ketika ada orang yang memeluk bukunya sambil berjalan:
"Gila tuh orang rajin banget!"
padahal bisa aja ia tidak mau pundaknya membawa beban terlalu berat.

Ketika ada yang mau menjelaskan sesuatu berdasarkan ilmunya:
orang lain: "Makanya oli kental karena rantai karbonnya panjang terus bisa membentuk banyak ikatan hidrogen"
kita: "Waduh, berat, berat, salah bahasan kita"
padahal orang itu sudah berniat baik agar kita tidak menanamkan pikiran yang bodoh.

Ketika ada orang mau jalan ke perpustakaan:
"Ngapain lu? Mau ambis ya?!"
padahal bisa aja ia mau tidur. Barangkali?

Ketika disuatu kelas ada satu orang yang sudah mengerjakan tugas:
"Ah dia mah ambis. Males, jangan temenin dia yuk" (walaupun niatnya bercanda)
padahal bisa aja dia lakuin itu karena itu merupakan salah satu jalan mencapai impiannya.

Ketika sedang bercanda atau berbicara dengan teman:
*misal ada orang tabrakan* kemudian ada seseorang nyeletuk:
"Wah berapa ya momentumnya" (walaupun ini bercanda)
bales temennya:
"Ngapain sih lu bawa-bawa fisika. Fisika mah udah, dikelas aja!"
seketika temannya terdiam, sehingga ia merasa bersalah karena membuat temannya emosi.
Padahal, bisa saja teman itu berusaha mengajak temannya berbicara tentang topik yang sedang terjadi, dengan caranya sendiri.

Coba lihat. Apa yang sudah lingkungan kita tanamkan kepada orang yang rajin, pintar, berambisi, dan semangat menggapai sesuatu. Seringkali kita mengucapkan kalimat diaatas bukan? Aku pun pernah mengalami kondisi di keduanya. Suatu saat, ketika aku sedang bersemangat menyelesaikan sesuatu, respon orang-orang sekitar memang bisa menyebalkan. Membuat aku berpikir "Apa yang udah aku lakuin itu salah?","Oh, memang salah ya kalau terlihat seperti itu?" (padahal emang gaada niat untuk terlihat seperti itu juga). Tapi di satu sisi, aku pun pernah ngerasain yang namanya heran dengan orang ambis. "Kenapa sih ngerjain tugas cepet banget?","Emang dia gaada kerjaan lain ya selain belajar?","Ngapain sih"

Satu hal yang penting, untukmu yang belum atau tidak merasakan ambis, kalau emang tak mampu untuk mendukung, lebih baik diam. Dan untukmu yang merasakannya, jangan pusatkan kepedulianmu dengan orang yang tidak peduli padamu.


Komentar

Postingan Populer